Sehat Setiap Hari

Kesehatan, kebugaran, dan kebiasaan harian

Blog oleh KakAto

Operasi Terbaik untuk Pembesaran Prostat (BPH)

⚠️ Halaman ini menghubungkan Anda dengan mitra dan pasar afiliasi Atovia. Kami mungkin menerima komisi dari mitra afiliasi untuk aktivitas yang dilakukan melalui tautan ini. Penawaran diskon dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan! Yakinlah, tidak ada biaya tambahan untuk Anda! Kami harap ini menghemat waktu Anda dalam menemukan item yang tepat!

Tidak ada satu operasi yang “terbaik” untuk semua pria dengan pembesaran prostat. Pilihan prosedur bergantung pada ukuran prostat, berat keluhan, obat yang sedang dikonsumsi, penyakit penyerta, dan prioritas pasien, misalnya keinginan menjaga ejakulasi. Artikel ini membandingkan prosedur yang umum dibahas dokter spesialis urologi agar Anda punya bekal untuk berdiskusi saat konsultasi.

Poin Utama
  • Tidak ada operasi yang terbaik mutlak. Ukuran prostat dan kondisi pasien menentukan prosedur yang paling sesuai.
  • TURP adalah standar baku yang sudah lama dipakai, terutama untuk prostat berukuran kecil sampai sedang.
  • HoLEP dan enukleasi laser efektif untuk berbagai ukuran prostat, termasuk yang besar, tetapi membutuhkan keahlian dokter dan peralatan khusus.
  • Urolift dan Rezum umumnya lebih menjaga ejakulasi, tetapi kemungkinan perlu tindakan ulang cenderung lebih tinggi.
  • Ketersediaan prosedur dan cakupan BPJS berbeda di tiap rumah sakit, jadi tanyakan langsung ke fasilitas kesehatan.

Peringatan: artikel ini hanya berisi informasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan serta nasihat dokter spesialis urologi.

Kapan Pembesaran Prostat Perlu Dioperasi

Banyak pria dengan BPH tidak membutuhkan operasi. Keluhan ringan sering cukup ditangani dengan pemantauan, perubahan kebiasaan, atau obat. Dokter biasanya mempertimbangkan operasi pada kondisi berikut:

  • retensi urin, yaitu kandung kemih tidak dapat dikosongkan dan keadaan tidak membaik;
  • infeksi saluran kemih yang berulang;
  • perdarahan berulang yang berasal dari prostat;
  • batu kandung kemih akibat urin yang tidak keluar tuntas;
  • gangguan fungsi ginjal yang disebabkan oleh BPH;
  • keluhan sedang sampai berat yang tidak membaik dengan obat, atau obat tidak dapat ditoleransi karena efek sampingnya.

Obat yang umum diberikan lebih dulu

Dua kelompok obat yang sering dipakai adalah penghambat alfa dan penghambat 5-alfa reduktase. Keputusan memulai, mengganti, atau menghentikan obat sepenuhnya ada pada dokter yang merawat Anda.

Tanda bahaya yang perlu penanganan segera

Segera ke fasilitas kesehatan atau unit gawat darurat bila Anda mengalami tidak bisa berkemih sama sekali, nyeri perut bawah yang hebat, demam disertai keluhan berkemih, atau urin berdarah dalam jumlah banyak.

Pemeriksaan Sebelum Memilih Operasi

Sebelum menentukan prosedur, dokter perlu menilai kondisi Anda secara menyeluruh. Pemeriksaan yang lazim dilakukan:

Pria paruh baya berkonsultasi dengan dokter di klinik urologi
  • skor gejala (IPSS) untuk menilai seberapa berat keluhan;
  • uroflowmetri untuk mengukur kekuatan aliran urin;
  • pengukuran sisa urin setelah berkemih;
  • USG atau pengukuran volume prostat;
  • urinalisis untuk mencari infeksi atau darah dalam urin;
  • pemeriksaan PSA, yang perlu dibahas bersama dokter.

Mengapa ukuran prostat menentukan pilihan

Ukuran prostat memengaruhi seberapa efektif dan aman sebuah teknik. Prosedur tertentu bekerja baik pada prostat kecil sampai sedang, sedangkan prostat yang sangat besar membutuhkan teknik yang mampu mengangkat jaringan dalam jumlah banyak. Karena itu, ukuran prostat sering menjadi penyaring pertama dalam memilih tindakan.

TURP: Standar Baku yang Sudah Lama Digunakan

TURP (transurethral resection of the prostate) adalah tindakan yang memotong dan mengerok jaringan prostat penyumbat melalui saluran kencing memakai alat khusus, tanpa sayatan di perut. TURP dianggap sebagai standar baku historis untuk BPH.

Kelebihan

Tindakan ini sudah dikenal luas dan tersedia di banyak rumah sakit. Pedoman memosisikannya terutama untuk prostat berukuran kecil sampai sedang, kira-kira 30 sampai 80 mL.

Dokter meninjau hasil USG prostat bersama pasien

Risiko

  • ejakulasi retrograd, yaitu air mani masuk ke kandung kemih;
  • perdarahan selama atau sesudah tindakan;
  • sindrom TUR, yang terkait dengan teknik monopolar dan jarang terjadi pada teknik bipolar;
  • infeksi, striktur uretra, dan kebutuhan kateter sementara.

HoLEP dan Enukleasi Laser Lainnya

HoLEP (holmium laser enucleation of the prostate) dan teknik enukleasi laser lain mengupas dan mengangkat jaringan prostat bagian dalam dalam bentuk potongan utuh, lalu jaringan itu dihaluskan dan dikeluarkan dari kandung kemih.

Kelebihan

  • efektif untuk berbagai ukuran prostat, termasuk yang besar;
  • perdarahan umumnya lebih sedikit dibanding teknik reseksi konvensional;
  • rawat inap dan lama kateter umumnya lebih singkat, meski tergantung kondisi tiap pasien.

Keterbatasan

Prosedur ini menuntut keahlian operator dan peralatan khusus, sehingga belum tersedia di semua rumah sakit. Ejakulasi retrograd juga sering terjadi setelah tindakan ini. Tanyakan ke rumah sakit atau dokter urologi setempat tentang ketersediaan dan pengalaman operatornya.

Vaporisasi dan Fotoselektif Laser (PVP/GreenLight)

Pada vaporisasi laser, energi laser menguapkan jaringan prostat yang menyumbat. Teknik ini dikenal juga dengan nama fotoselektif vaporisasi prostat (PVP) atau GreenLight.

Ruang operasi rumah sakit yang bersih dengan peralatan endoskopi

Kecocokan

Teknik ini dapat dipertimbangkan pada pasien dengan risiko perdarahan atau yang memakai obat pengencer darah, karena laser membantu menutup pembuluh darah saat bekerja.

Keterbatasan

Efektivitasnya lebih terbatas pada prostat yang sangat besar. Karena jaringan diuapkan, tidak ada jaringan utuh untuk diperiksa di laboratorium. Gangguan berkemih sementara dan ejakulasi retrograd tetap mungkin terjadi.

Operasi Terbuka (Prostatektomi Sederhana)

Pada prostatektomi sederhana, bagian dalam prostat yang membesar diangkat melalui sayatan, baik dengan bedah terbuka maupun dengan bantuan robot. Tindakan ini umumnya diperuntukkan bagi prostat yang sangat besar, kira-kira di atas 80 mL, atau bagi pasien dengan kondisi anatomi khusus, misalnya disertai batu kandung kemih besar.

Masa pemulihannya umumnya lebih berat dibanding prosedur endoskopik, dan risiko perdarahan serta komplikasi luka operasi perlu dibahas dengan dokter. Karena itu, tindakan ini biasanya dipilih bila teknik lain kurang sesuai.

Perangkat laser medis di atas nampan steril

🛒 Produk Rekomendasi

AliExpress 🛒 Produk Rekomendasi

Prosedur Invasif Minimal: Urolift, Rezum, dan Embolisasi Arteri Prostat

Kelompok ini dirancang untuk mengurangi keluhan dengan tindakan yang lebih ringan dan umumnya lebih menjaga fungsi seksual.

Urolift

Implan kecil dipasang untuk menarik jaringan prostat menjauh dari saluran kencing sehingga aliran urin lebih lancar. Teknik ini umumnya tidak menyebabkan ejakulasi retrograd. Urolift tidak cocok bila terdapat lobus tengah prostat yang menghambat, dan hanya dipakai pada rentang ukuran prostat tertentu.

Rezum

Uap air (terapi uap air) disuntikkan ke jaringan prostat untuk merusak sebagian jaringan penyumbat, yang kemudian menyusut secara bertahap. Rezum juga dipakai pada rentang ukuran prostat tertentu dan umumnya lebih menjaga fungsi seksual.

Embolisasi arteri prostat (PAE)

PAE adalah prosedur radiologi intervensi yang menyumbat pembuluh darah yang memasok prostat sehingga prostat mengecil. Amandemen pedoman AUA tahun 2023 telah memuat PAE, sedangkan pedoman sebelumnya tidak menganjurkannya di luar penelitian. Meski begitu, data jangka panjangnya masih lebih terbatas dibanding terapi BPH lain, sehingga PAE dipertimbangkan untuk kandidat terpilih yang dinilai dokter.

Keterbatasan kelompok ini

Efek jangka panjang dan kemungkinan perlu tindakan ulang cenderung lebih tinggi dibanding operasi yang mengangkat jaringan lebih banyak. Ketersediaan prosedur ini di Indonesia berbeda-beda, jadi tanyakan ke rumah sakit setempat.

Peralatan endoskopi dan laser di ruang tindakan yang bersih

Tabel Perbandingan Prosedur

Tabel berikut meringkas perbandingan umum berdasarkan pedoman urologi (AUA dan EAU). Penilaian ditulis secara kualitatif, dan keputusan akhir tetap ada pada dokter yang memeriksa Anda.

Prosedur Cocok untuk ukuran prostat Efektivitas mengurangi keluhan Waktu pemulihan Risiko utama Dampak pada fungsi seksual
TURP Kecil sampai sedang (kisaran umum sekitar 30 sampai 80 mL) Tinggi, standar baku Sedang Perdarahan, infeksi, striktur, sindrom TUR (monopolar) Ejakulasi retrograd sering terjadi
HoLEP dan enukleasi laser Berbagai ukuran, termasuk besar Tinggi Umumnya lebih singkat dari bedah terbuka Gangguan menahan kencing sementara, striktur, ejakulasi retrograd Ejakulasi retrograd sering terjadi
Vaporisasi laser (PVP/GreenLight) Kecil sampai sedang; terbatas pada prostat sangat besar Tinggi pada kandidat yang sesuai Sedang Keluhan berkemih sementara, perlu tindakan ulang pada sebagian kasus Ejakulasi retrograd dapat terjadi
Prostatektomi sederhana (terbuka atau robotik) Sangat besar (kisaran umum di atas sekitar 80 mL) Tinggi Lebih lama Perdarahan, komplikasi luka operasi Ejakulasi retrograd sering terjadi
Urolift Rentang tertentu; tidak cocok bila ada lobus tengah penghambat Sedang Umumnya singkat Keluhan berkemih sementara, kemungkinan tindakan ulang lebih tinggi Umumnya lebih terjaga
Rezum Rentang tertentu Sedang Umumnya singkat Keluhan berkemih dan kateter sementara, kemungkinan tindakan ulang lebih tinggi Umumnya lebih terjaga
Embolisasi arteri prostat (PAE) Kandidat terpilih yang dinilai dokter Data jangka panjang lebih terbatas Umumnya singkat Nyeri atau demam sementara, risiko jarang akibat penyumbatan pembuluh yang tidak diinginkan Umumnya terjaga, tetapi tidak ada jaminan

Risiko, Efek Samping, dan Pemulihan

Efek samping yang perlu diketahui

  • Ejakulasi retrograd: air mani mengalir ke kandung kemih, bukan keluar. Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi dapat memengaruhi kesuburan.
  • Gangguan menahan kencing: umumnya sementara.
  • Striktur uretra atau leher kandung kemih: penyempitan yang dapat memerlukan tindakan lanjutan.
  • Infeksi dan perdarahan.
  • Kebutuhan kateter sementara. Lamanya bergantung pada prosedur dan kondisi pasien.
  • Gangguan ereksi: umumnya rendah pada prosedur BPH, tetapi tidak nol.

Perawatan pascaoperasi

Ikuti petunjuk dokter tentang aktivitas, minum cukup air, dan pemakaian obat. Hindari mengangkat beban berat dan mengejan berlebihan sesuai anjuran dokter selama masa pemulihan. Warna urin yang kemerahan ringan bisa terjadi pada awal pemulihan, tetapi hubungi dokter bila darah banyak atau ada gumpalan.

Segera hubungi dokter bila

Anda demam, tidak bisa berkemih, kateter tidak mengalir, nyeri semakin berat, atau urin berdarah dalam jumlah banyak.

Ruang bedah modern dengan sistem bedah robotik

Operasi mengurangi keluhan dengan sangat baik, tetapi tidak menjamin bebas keluhan seumur hidup.

Cara Memilih Prosedur yang Tepat (Daftar Periksa)

Gunakan daftar berikut sebagai bahan diskusi dengan dokter spesialis urologi:

  • Berapa ukuran prostat saya, dan apa artinya bagi pilihan prosedur?
  • Obat apa yang saya konsumsi, terutama pengencer darah, dan bagaimana pengaruhnya?
  • Apakah menjaga ejakulasi penting bagi saya?
  • Bagaimana usia dan penyakit penyerta saya (jantung, diabetes, dan lain-lain) memengaruhi risiko bius dan tindakan?
  • Apakah prosedur yang cocok tersedia di rumah sakit ini, dan seberapa berpengalaman operatornya?

Pertanyaan yang bisa diajukan kepada dokter

  • Prosedur apa yang paling sesuai dengan kondisi saya, dan mengapa?
  • Apa risiko terbesar untuk saya secara pribadi?
  • Seberapa besar kemungkinan saya perlu tindakan ulang?
  • Berapa lama kira-kira pemulihan dan kateter?
  • Apakah BPJS Kesehatan menanggung prosedur ini di fasilitas ini?
Dokter menjelaskan model anatomi saluran kemih pria kepada pasien

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah operasi BPH menyembuhkan secara permanen?

Operasi mengurangi keluhan dengan sangat baik, tetapi tidak menjanjikan bebas keluhan seumur hidup. Prosedur invasif minimal cenderung memiliki kemungkinan tindakan ulang yang lebih tinggi.

Apakah BPH bisa menjadi kanker?

BPH adalah kondisi jinak dan tidak berubah menjadi kanker prostat. Namun keduanya bisa ada bersamaan pada pria yang sama, sehingga pemeriksaan seperti PSA dibahas bersama dokter.

Berapa lama waktu pemulihan?

Bergantung pada prosedur dan kondisi pasien. Prosedur invasif minimal umumnya pulih lebih cepat, sedangkan operasi terbuka umumnya lebih lama. Dokter Anda dapat memberi perkiraan yang sesuai.

Apakah operasi memengaruhi ereksi?

Risiko gangguan ereksi umumnya rendah pada prosedur BPH, tetapi tidak nol. Yang lebih sering terjadi adalah ejakulasi retrograd pada prosedur yang mengangkat atau menguapkan jaringan.

Apakah BPJS menanggung operasi BPH?

Cakupan bergantung pada indikasi medis, fasilitas kesehatan, dan jenis prosedur. Tanyakan langsung ke fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan, karena tidak semua prosedur tentu ditanggung.

Keluhan berkemih Anda mengganggu? Jangan menebak-nebak. Konsultasikan dengan dokter spesialis urologi untuk pemeriksaan dan pilihan prosedur yang sesuai dengan kondisi Anda.

Lihat Daftar Periksa Konsultasi

  1. American Urological Association. Management of Lower Urinary Tract Symptoms Attributed to Benign Prostatic Hyperplasia (BPH): AUA Guideline Amendment 2023.
  2. European Association of Urology. Guidelines on the Management of Non-Neurogenic Male Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS).
  3. Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). Panduan penatalaksanaan pembesaran prostat jinak.

Ingin lebih banyak perbandingan dan panduan belanja?

Selengkapnya di Atovia →

Bergabunglah dengan komunitas kami

Mengutip artikel ini

Sumber: Atovia (Atovia). https://atovia.kr

Tinggalkan komentar